Perkara Yang Disunahkan Ketika Aqiqah

Perkara Yang Disunahkan Ketika Aqiqah

Kelahiran seorang anak bagi sebuah keluarga dapat menambah kebahagiaan dan kerukunan rumah tangga. Mengikut sunnah Rasulullah SAW mengadakan aqiqah dan menambahkan dagingnya sebagai sedekah kepada tetangga dapat menambah keberkahan dan lebih mempererat tali silaturahim. Mengadakan aqiqah juga merupakan cerminan rasa puas cita dan puas atas kelahiran seorang anak.

Sabda Nabi SAW:
“Barangsiapa yang dikaruniai seorang anak, lalu ia menyukai hendak membaktikannya (mengaqiqahinya), maka hendaklah ia melakukannya.”

Membekali anak bersama dasar syariat sejak dini merupakan bentuk tanggung jawab orang tua kepada si anak dalam mengarungi kehidupannya yang jauh lebih berat dari yang dihadapi orang tuanya pada kala sekarang, lebih-lebih dalam menegakkan hukum-hukum Allah swt di muka bumi ini.

Adapun perkara yang sunah untuk dilakukan saat melaksanakan aqiqah adalah:

1. Menyembelih saat matahari tengah naik (sebelum dhuhur) Bolehkah Berhutang untuk Aqiqah

Melaksanakan penyembelihan kambing aqiqah disunahkan agar dilakukan sebelum akan tengah hari. Agar pelaksanaan aqiqah cocok bersama syariah maka wajib dilakukan bersama adab yang benar. Adapun adab dalam menyembelih kambing aqiqah adalah sebagai berikut:
a. Membaca Basmalah
b. Membaca Shalawat Nabi
c. Membaca Takbir
d.Disembelih sendiri, atau jika diwakilkan kepada orang lain, maka hendaknya ia melihat penyembelihan
e. membaca Doa berkenaan Penyembelihan Aqiqah
f. Hewan yang disembelih dihadapkan ke kiblat bersama posisi dimiringkan, rusuk kiri disebelah kanan.

2. Daging aqiqah dimasak lebih-lebih dahulu sebelum akan disedekahkan.

Imam Ibnu Qayyim rahimahulloh dalam kitabnya ‘Tuhfathul Maudud’ hal.43-44, berkata: ‘Memasak daging aqiqah juga sunnah. Yang demikianlah itu, karena jika dagingnya udah dimasak maka orang-orang miskin dan tetangga (yang mendapat bagian) tidak merasa sibuk lagi. Dan ini dapat menambah kebaikan dan rasa syukur pada nikmat tersebut. Para tetangga, anak-anak dan orang-orang miskin mampu menyantapnya bersama gembira. Sebab orang yang diberi daging yang udah masak, siap makan, dan sedap rasanya, tentu rasa gembiranya lebih dibanding jika daging mentah yang masih memerlukan tenaga kembali untuk memasaknya. Pada kebanyakan pun, makanan syukuran (dibuat dalam rangka untuk menunjukkan rasa syukur) dimasak dahulu sebelum akan diberikan atau dihidangkan kepada orang lain.’

3. Memberi nama bayi
Tidak diragukan kembali bahwa ada kaitan antara arti sebuah nama bersama yang diberi nama. Hal berikut ditunjukan bersama terdapatnya sejumlah riwayat yang menunjukkan hal tersebut.
Dari Abu Hurairoh Ra, Nabi SAW bersabda: “Kemudian Aslam semoga Allah menyelamatkannya dan Ghifar semoga Allah mengampuninya”. (HR. Bukhori dan Muslim). Dalam hadits berikut Nabi SAW mendoakan bayi yang bernama “Aslam”, yang artinya “semoga Allah menyelamatkan”, bersama permohonan kepada Allah swt untuk menyelamatkannya. Sedangkan kepada anak yang bernama “Ghifar”, yang artinya pengampunan”, beliau memohonkan kepada Alah swt untuk mengampuninya.
Ibnu Al-Qoyyim berkata: “Barangsiapa yang menyimak sunah, ia dapat mendapatkan bahwa makna-makna yang terkandung dalam nama mengenai dengannya agar seolah-olah makna-makna berikut disita darinya dan seolah-olah nama-nama berikut disita dari makna-maknanya”.
Oleh karena itu, dukungan nama yang baik untuk anak-anak menjadi keliru satu kewajiban orang tua. Di antara nama-nama yang baik yang layak diberikan adalah nama nabi penghulu masa yakni Muhammad.

4. Memotong rambut bayi Aqiqah murah Jakarta

Mencukur rambut adalah saran Nabi yang sangat baik untuk dilakukan saat anak yang baru lahir pada hari ketujuh.

Dalam hadits riwayat Samirah disebutkan bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Setiap anak terikat bersama aqiqahnya. Pada hari ketujuh disembelihkan hewan untuknya, diberi nama, dan dicukur”. (HR. at-Tirmidzi).
Dalam kitab al-Muwaththâ` Imam Malik meriwayatkan bahwa Fatimah menimbang berat rambut Hasan dan Husein lalu beliau menyedekahkan perak seberat rambut tersebut.

Tidak ada ketetapan apakah wajib digundul atau tidak. Tetapi yang tahu pencukuran berikut wajib dilakukan bersama rata; tidak boleh cuma mencukur sebagian kepala dan sebagian yang lain dibiarkan. Tentu saja tambah banyak rambut yang dicukur dan ditimbang tambah tambah besar pula sedekahnya (insyaallah).

5. Menyedekahkan daging aqiqah kepada fakir miskin.
Imam Ibnu Qayyim rahimahulloh dalam kitabnya ‘Tuhfathul Maudud’, berkata: ‘Karena tidak ada dalil dari Rasulullah berkenaan langkah pemanfaatan atau proporsi dagingnya maka kami kembali ke hukum asal, yakni seseorang yang melaksanakan aqiqah boleh memakannya, berikan makan dengannya, bersedekah dengannya kepada orang fakir miskin atau menghadiahkannya kepada teman-teman atau karib kerabat. Akan namun lebih utama jika diamalkan semuanya, karena bersama demikianlah dapat menyebabkan puas teman-temannya yang ikut menikmati daging tersebut, berbuat baik kepada fakir miskin, dan dapat berisi saling cinta antar sesama teman.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *